Selasa, 19 Juli 2016

Bisikan dari Relung Hatiku Untukmu Kawan

yup aku kembali
kembali dari rutinitas yang rasanya tidak berkesudahan
jenuh, mungkin ini kata yang dapat menggambarkan perasaanku
ketika kamu berusaha untuk lakukan yg terbaik tapi useless
ketika kamu all out dan kerja semaksimal mungkin, dan semuanya masih tetap sama
ketika kamu harus mengerjakan banyak hal di waktu bersamaan
ketika kamu mengerjakan benang kusut yang gak ada ujung pangkalnya
dan melihat teman kamu gooling ketidakjelasan dunia
rasanya..... mungkin hirarki kata gak bisa gambarin kondisi ini
ketika teman kamu mengejar lembaran rupiah
untuk kantong mereka masing-masing
tanpa ada yang mw tau apa yang kamu kerjakan
itu menjadi hal yang arrrgghhh....
ya tak ada hirarki kata yang bisa gambarkan
capek mungkin kata yang dapat menggambarkan hatimu
ketika satu kata yang sangat kamu rindukan gak kunjung datang juga
kamu tahu kata itu apa kawan?
Sakit......
ya mungkin ini kata yang sangat aku rindukan
ya setidaknya aku gak perlu all out
rasa sayang pada rekan kerjamu gak berarti apa-apa
mencari orang yang mw mendengar
laksana mencari jarum dalam tumpukan sekam
ya mungkin kalau kamu butuh kalkulasi matematika
dari sekian banyak orang hanya 2 yang mw mendengar
selebihnya, opps sorry to say
only care about money and their comfort zone
memahami ya sudah puluhan kali aku lakukan
tapi tetap, apa mereka peduli
sekali lagi jawabannya tidak
kadang aku berpikir
apakah mangkir dari tanggung jawab adalah kunci dari permasalahan ini
setelah dipikir berulang kali
aku memutuskan tidak
apakah berkorban adalah jawaban dari masalah ini
bila jawabannya ya harus sampai kapan?
apa kamu tahu teman aku lelah, aku tertekan sekarang
ya aku ucapkan ini karena kamu temanku
teman yang selalu ada tukku

Senin, 20 Juni 2016

Curahan Hati

Kerja tapi rasanya sia-sia
Mungkin ini rasa yang aku temukan akhir-akhir ini
Ketika aku berusaha untuk memendam semua rasa
Dan berusaha untuk selalu tampil ceria
Ya aku mengucap syukur kepada Tuhan Semesta Alam
Tuk ijin yang Dia berikan aku bisa kerja ditempat ini
Tapi gak bisa kupungkiri, beban kerja berhasil mendrag aku ke titik terendah dalam hidupku
Andai beban itu dapat dibagi merata mungkin tidak akan seperti ini
Andai perasaan mengerti dan dimengerti ada
Andai, sebuah kata yang jauh dari kenyataan
Apa aku salah meminta untuk dimengerti?
Aku pengen melihat dunia luar
Ketemu dengan banyak ornag
Belajar tentang banyak hal
Apa itu salah?
Perasaan ini betul-betul menekanku
Seakan sampai terjerembab sampai titik terdalam
Sesak rasanya
Aku hanya pengen sesekali keluar dari rutinitasku
Apa itu salah
Aku hanya ingin sedikit dimengerti
Sedikit saja. Andai dimengeri dan mengerti itu ada ditempat ini
Andai, andai dan aku terus berandai-andai
Hingga sesak itu akan sirna dari hatiku

Jumat, 10 Juni 2016

Kasih

Ketika rasa itu menjadi satu
Ketika nyanyian hati ini hanya untukmu
Satu demi satu pucuk cinta itu tumbuh
Langkah demi langkah terukir dibelakangku
Laksana kado di ulang tahunku
Kau datang memberi kejutan di hidupku
Terima kasih kasih untuk hadirmu
Ribuan kata yang tak terucap
Tertahan di bibirku
Tatapan mataku
Senyuman di wajahmu
Buaian manja kata-katamu
Ketegasan sikapmu
Seakan memberikan nuansa dan warna baru di hidupku
Terima kasih cinta
Terima kasih untuk cintamu
Terima kasih

Rabu, 09 Desember 2015

Pemimpinku

Dunia kerja bukan hal yang mudah untuk ditaklukkan. Statement ini mungkin akan diaminkan oleh sebagian orang termasuk saya. Hehe. Banyak hal dapat terjadi di dunia kerja. Dimulai dari berbagai hal yang dapat berubah secara tiba-tiba dan tekanan yang seakan tak berujung.

Ya, hal ini juga yang saya rasakan. Suatu kejadian yang terjadi beberapa waktu yang lalu mengajarkan saya tentang yang namanya hidup dan kehidupan. Tapi saya bersyukur dibalik kejadian itu, saya masih punya sosok pimpinan yang tidak meninggalkan saya sendiri untuk menghadapi semuanya.

Speechless dan rasa frustasi telah memenuhi pikiranku, sehingga semua seakan tidak ada jalannya. Akhirnya saya kembali meminta (lebih tepatnya merengek) dan bercerita tentang masalah yang saya hadapi. Dia layaknya seorang ayah yang mengerti akan apa yang dihadapi anaknya. Dia mengajarkan saya bukan dengan bentakan dan amarah, tapi mengajarkan saya dengan tutur kata yang lemah lembut. Dia adalah sosok ayah yang penuh dengan ketenangan, kelembutan, dan keramahan. 

Salut dan hormat adalah kata yang tepat untuk menggambarkan dia dimataku. Dan hanya doa yang tak henti dapat kupanjatkan untuk membalas semua kebaikannya. Terima kasih Pak atas semua kebaikannya dan aku akan berusaha untuk kerja lebih keras dan lebih sungguh-sungguh lagi, sembari menjadikan Bapak sebagai sosok yang dapat aku contoh.

Senin, 30 November 2015

Strategi Komunikasi

Tumpuan sukses pemerintahan demokratik terletak dalam menjaga hubungan yang responsive dengan warga negaranya yang didasarkan pada perasaan saling memahami dan adanya komunikasi dua arah yang berkelanjutan. Seperti yang kita ketahui bahwa fungsi pokok negara menurut Mirriam Budiardjo, antara lain :
  1. Melaksanakan penertiban untuk mencapai tujuan bersama dan bentrokan-bentrokan dalam masyarakat;
  2. Mengusahakan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat;
  3. Pertahanan; serta
  4. Menegakkan keadilan. 
Fungsi dari negara tersebut dapat diimplementasikan melalui fungsi dari pemerintah suatu negara atau kawasan. Dalam menjalankan fungsinya, pemerintah akan mencanangkan program-program yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di negara tersebut. Keberhasilan dari program tersebut dapat dilihat melalui beberapa indikator. 

Salah satu indikator yang dapat digunakan untuk mengukur efektifitas dan keberhasilan program yang dibentuk oleh pemerintah tersebut adalah melalui apresiasi atau opini dari masyarakat. Dengan kata lain hal ini berkaitan erat dengan opini yang pada akhirnya terbentuk pada masyarakat tersebut baik yang sifatnya positif maupun yang sifatnya negatif. Pembentukan opini publik dapat dilakukan melalui media massa. Lebih lanjut, proses ini dikenal dengan proses kehumasan.

Pembentukan opini public melalui proses kehumasan dapat dilakukan melalui media massa dan media elektronik. Beberapa strategi yang dapat dilakukan dalam menjalin hubungan baik serta membentuk opini publik yang positif dengan media massa, antara lain:
  1. Menempatkan staf PR yang mempunyai kemampuan menulis dan kemampuan staf tersebut untuk mengetahui masing-masing karakter dari penerbitan pers tersebut.
  2. Dapat menjalin kedekatan dengan wartawan, baik secara formal maupun non formal. Tidak dapat dipungkiri kedekatan personal staf dengan wartawan dari berbagai penerbitan dapat mempengaruhi proses pembentukan opini publik baik secara langsung maupun tidak langsung. 
  3. Staf yang berperan menjadi PR dituntut untuk tetap bekerja keras dan senantiasa menempatkan diri menjadi wartawan. Ada baiknya, press release yang telah dibagikan kepada wartawan sebelum acara berlangsung tetap di up date sesuai dengan kegiatan yang sesungguhnya dan dibagikan kembali kepada teman-teman wartawan di saat itu juga. Hal ini akan mengefektifkan kinerja staf PR bersangkutan dan wartawan tersebut.
Semangat…

Sabtu, 14 November 2015

Campur Sari

Yee, finally hari ini hari sabtu.
Lalalalalililililtralalallatrililili...............................
Tahu gak yang aku suka dari hari ini karena aku bisa bangun jam berapa pun aku suka. Gak harus jam 6 pagi. Btw kita loncat ke topik lain dulu, aku mw cerita nih terkait kegiatanku seminggu belakangan ini. Ya seperti hari-hari biasanya, pergi ke kantor --- berkutat dengan komputer --- stres --- cari makanan gratis di kantor --- menggila --- kerja lagi --- stres lagi --- pulang --- gangguin teman kosan --- tidur --- bangun #berulang kembali dan berakhir dengan stres lagi. Haha. 
Beberapa hari yang lalu ada seminar internasional, sibuk bgt deh. Tapi kadang kala aku bingung apa yang harus kubuat. Mw bantu juga bingung, gak bantu serba salah. Ah gelap deh.
Oh ya acaranya sukses, salut dah ma semuanya terkhusus PIC nya yang aku yakin kalo aku diposisi si kk pasti makin gila nih aku, makin keriting cinnnnnn. Haha.....
Finally, aku bisa balik kosan ketemu orang yang gilanya hampir sama ma aku Haha. Tapi hari ini ada Nyonya Gede yang buat aku jengkel. Aku bingung mungkin si doi kebanyakan makan jeruk nipis kali ya mukanya kecut bgt. Coba kalo sedikit ja mudah senyum pasti neng makin cantik dah. Gak buat orang jengkel dan pahalanya nambah di surga. Ya gak. Ya minimal senyum meski kamu gak akan sama kayak aku. Gillllllaaaa..... #limited edition.
Ok kita lompat ke topik seminar kembali. Pulang dari seminar kaki aku kayak serasa mw meledak gitu. Ya gimana gak biasa pake sepatu datar ampe kantor pake sandal (sandal hotel yang dapat gratisan). Haha. Tetap cin yang dapat gratisan itu lebih nikmat. Haha.  Pake heels selama 3 hari. Aku yakin kalo aku dilatih gini terus ada 3 kemungkinan yang bakal terjadi :
1. aku bakal bisa lari maraton 1 Km pake heels
2. kaki aku akan lebih besar dari kaki pemain sepak bola ronaldo
3. ato mungkin kaki aku bakal diamputasi (lebay ya)
Ya udah lah yang pasti happy.
Tp tw gak aku setengah bangga dan miris dengan pertanyaan EO di acara itu. Tw gak pertanyaannya pa? Kamu umur berapa kok muda banget. Tw gak ini bukan pertama kalinya, yang lebih lucu nih ceritanya aku lg dinas dan dapat kursi di dekat pintu darurat. Aku juga baru tahu kalo di dekat pintu darurat gak boleh anak dibawah umur duduk disana. Jadilah si mbak pramugari yang cantik jelita nanya "dek umur berapa?" jadilah aku dalam hati setengah senang setengah dongkol gitu "dah umur 24 mbak." Jadinya si doi langsung salah tingkah gitu. Hahaha. Kena deh. Ah begitulah rumput tetangga jauh lebih hijau. Haha. Dah ah, ayo bobo cantik dulu biar mukanya makin awet muda. Haha. Topang doa ya teman-teman untuk bulan 2. AMIN.

Jumat, 11 September 2015

Direktorat Internasional dan Direktorat Komunikasi

Bekerja di lembaga sebesar ini adalah salah satu kado terindah dihidupku. Bekerja di lembaga sebesar ini bukanlah sesuatu yang mudah untuk dicapai dan dijalani apalagi untuk seorang fresh graduate seperti aku. Tak terasa sudah hampir delapan bulan aku bekerja disini. Banyak suka dan duka yang aku terima disini. 
Latar belakang HI akhirnya mengantarkan aku bekerja di Departemen Komunikasi Internasional (DKIN) khususnya di Direktorat Internasional. Disini banyak ilmu yang dapat aku pelajari yang berkaitan secara langsung maupun tidak langsung dengan latar belakang S1 ku. Yah, disini kita dituntut untuk berbahasa inggris yang fasih dan inilah salah satu tantangan terbesar dalam hidupku. Grammar, lagi-lagi grammar, bukan suatu yang mudah untuk kutaklukkan. Selain itu, tingkat formalitas serta komunikasi yang sifatnya profesionalisme dan baku banget jadi alasan lain kesulitan yang aku alami sekarang.
Singkat cerita bukan berarti aku menyerah atau tidak bersyukur diterima bekerja di lembaga ini. Tapi aku masih bertekun di dalam doa dan pengharapanku agar kiranya Yang Maha Kuasaa mengijinkan aku bisa belajar lebih dalam lagi terkait apa yang dilakukan oleh teman-teman di Departemen Komunikasi Internasional terkhusus Direktorat Komunikasi.Ya, keduanya ada di Departemen yang sama. Passion, ya salah satu alasan yang menjadi pergumulanku untuk ini. Aku ingin berjumpa lebih banyak orang dimana aku bisa berinteraksi sebagai teman. Apakah salah jika aku berharap bekerja sesuai passionku? Aku menjalin persahabatan lebih banyak lagi dengan semua orang. Praktek secara langsung. Berkomunikasi tidak terlalu baku. dan banyak alasan lain. 
Aku bukan tipe wanita yang pendiam dan banyak menggunakan punten dalam bergaul. Teman-temanku berpendapat bahwa aku tipe wanita yang ribut dan periang tapi sekarang semuanya seperti terkungkung dalam satu simfoni yang tak bernada. Aku hanya meminta kiranya mujizat itu kembali nyata dalam hidupku dan ada jalan aku diijinkan bekerja sesuai passion. Amin.