Jumat, 27 Februari 2015

Pemberkasan OJK

Sebulan yang lalu, sesuai dengan jadwal yang ditentukan akhirnya saya mengikuti pemberkasan di OJK. Disini, Gedung Merdeka lantai 7 akhirnya saya menapakkan kaki untuk pertama kalinya di Gedung OJK Institute. Perasaan nano-nano kembali berkecamuk dalam batin saya ketika saya menyadari disinilah saya berpijak. Setelah mengambil nomor antrian dan tanda tangan, akhirnya saya menunggu jadwal briefing yang sudah ditetapin sebelumnya yaitu jam 1 siang. Pada saat briefing kami mendapat pengarahan dari Ibu Denise tentang berbagai ketentuan di OJK, antara lain deskripsi kerja, penempatan di seluruh Indonesia, jaminan kesehatan, salary yang akan diberikan dan sampai kepada penalty yang akan didapat apabila melanggar peraturan yang sudah ditetapin yaitu denda 300 juta rupiah. Hehe. Disana aku bertemu dengan sesama PCS 2 lainnya yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. 

Setelah briefing kami pun dipandu untuk melakukan pemberkasan berdasarkan nomor urut yang sudah didapat sebelumnya. Akhirnya pada hari ini kami akan menyerahkan kepihak SDM OJK ijazah yang telah kami perjuangkan selama 4 tahun beserta transkripnya untuk S1 atau bahkan ijazah S2 yang telah selesai menempuh S2. Teman-teman yang akan menempuh program PCS 2 dengan saya, berasal dari berbagai latar belakang pendidikan dan pekerjaan yang berbeda-beda. Bekerja dilembaga pemerintahan yang besar seperti ini, jujur memberikan rasa bangga tersendiri untuk saya.  Akhirnya kehidupan saya sebagai OJKers dimulai disini. Amin. Karir ini akan membantu saya meuliakan nama Allah. Amin.

Senin, 26 Januari 2015

Mamakku

Gak terasa 5 tahun sudah mamak kembali ke hadirat Bapa di surga. Gak ada mamak bukan pekara mudah untuk dijalani. Biasanya aku habiskan waktu ma mamak untuk cerita tapi sekarang ketika rindu itu datang yang bisa kulakuin hanya menangis, menatapi foto mamak, lihat kembali video upacara adat kematiannya sampai aku tertidur pulas sambil berlinang air mata. Disaat teman2 masih bisa manja dengan ibunya aku harus bergumul menepis semua rasa itu. Aku anak sulung dari 3 bersaudara yang ketiganya cewek. Bapak adalah seorang PNS di rutan kabanjahe. Sepeninggalan mamak aku gak tahu gmana jalanin hidup. Jujur selama mamak masih ada komunikasi sama bapak hanya sebatas nanyain kabar, ranking di sekolah atau biaya dan gak lebih dari itu.

Berontak ma Tuhan, itulah yang aku lakukan selama 2 bulan sepeninggalan mamak. Tapi akhirnya aku sadar apa yang bakal aku dapat dengan berbuat begini? Gmanapun dibuat mamak gak bakal balik ke rumah lagi dan aku harus bangkit kalau gak mw makin terpuruk. Aku kembali ke Makassar dan menjalani hidup dsana untuk lanjut semester duaku. Tetapi Allah gak akan memberikan cobaan diluar kemampuan kita manusia. Bapa gak akan membiarkan kita berjalan sendiri. Penyerahan diri adalah hal terakhir yang kami lakukan. Akhirnya Allah bekerja dengan cara yang sangat luar biasa dalam hidup kami. Adekku, tika yang harus bolak-balik kabanjahe-balige-sibolga tuk tes masuk sma akhirnya dinyatain lulus unggulan B SMAN Matauli Pandan Sibolga. Adekku yang paling kecil yang ditinggal mamak sewaktu berumur 5 tahun masuk SD Sint Yoseph Kabanjahe dan terus masuk kelas unggulan. Bapak sehat terus dan aku lulus dari UNHAS dengan IPK cum laude.

Meski mamak gak dsni lagi dan bisa nyelamatin kami secara langsung. Tapi aku percaya mamak bakal senang ngelihatnya dari surga. Ada beberapa kata-kata yang mamak bilang sewaktu aku mw berangkat ke Makassar dulu,’nakku kita la bagi kalak, janah kalak la bagi kita’; ‘chris yang mamak kenal sekarang adalah chris yang mamak kenal kemarin dan chris yang mamak kenal besok’. Mak, aku rindu samandu. Banyak kekurangan anakndu tapi makasih mak. Kam adalah sosok yang gak akan pernah tergantikan dalam hidupku. Sosok panutan dalam hidupku. Yang tetap tegar walau apapun yang terjadi. Aku sayang mamak.

Aku Di Tanah Rantau

Hari ini aku bakal share pengalaman di tanah rantau. Jauh dari keluarga bukan suatu yang mudah untuk dihadapi. Gak terasa 6 tahun lamanya aku sudah hidup ditanah rantau. Selepas SMA di SMAN 1 Kabanjahe aku dinyatain lulus di HI UNHAS angkatan 2009. Ini adalah pertama kalinya aku pergi meninggalkan kapung halaman untuk perjalanan yang jauh. Ketakutan adalah hal terbesar yang kuhadapi kala itu. Mamak yang aku tinggal dalam keadaan bergumul dengan ca. cervix, adek yang masih kecil, tuntutan keluarga kepadaku yang anak sulung serta tempat baru yang jauh dari sumatera dan banyak hal lainnya membuat aku setengah hati berangkat ke Makassar. 

Bermodal nomor yang aku dapatkan dari abang senior waktu SMA dulu, akupun diantar bapak berangkat ke Makassar. No itu adalah no bg yang marga perangin-angin yang dah berkeluarga dan kerja di Makassar. Meskipun bukan saudara dekat, bang itu baik sekali samaku ma bapak. Dia antar kami ke UNHAS tuk lakukan daftar ulang. Di UNHAS berkasku sempat ditolak karena aku bawa SKHU bukan ijazah asli berhubung ijazah asli belum keluar di sumatera tetapi dah keluar di Sulawesi. Akhirnya aku disuruh pergi ke kantor rektorat untuk konfirmasi ke petugas dsana. Setelah proses yang cukup melelahkan akhirnya aku diijinin untuk daftar menggunakan SKHU, makasih tuk petugas tata usaha dan kepala sekolahku di SMA kemarin.

5 hari setelah ngantar aku ke Makassar, bapak harus pulang. Aku akhirnya tinggal di rumah bg perangin-angin sebelum pindah ke workshop UNHAS. Sepulang kk yg br Ginting dan Purba, kai pun sama2 cari kos di workshop. Disinilah kehidupan 4 tahun ambil gelar sarjana kutempuh. Aku mengenal lebih banyak orang dari suku berbeda, latar belakang dan agama berbeda, dan harus tahan selera terhadap banyak hal karena harus menghemat uang belanja. Disini juga tempat pertama aku mendengar kepergian mamak untuk selamanya. Semuanya aku alami di tanah rantau. Disini aku ditempa untuk lebih dewasa, mandiri, tidak cengeng, dan tahu rasa sakit untuk bangkit.

Disaat teman2ku gak ada masalah dari segi finansial dan kasih saying mamak yang aku lakukan malah sebaliknya. tapi aku bersyukur masih banyak temanku yang tetap ada disisiku dalam keadaan apa pun aku disaat jauh dari keluarga. Itulah kehidupan tanah rantau.